Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Pada Siswa Kelas XI ASma Negeri 1 Kalibawang

Authors

  • Hery Purnomo Author
  • Nuryuana Dwi Wulandari Author
  • Nugraha Author

Keywords:

Pembelajaran Sejarah, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis, Penelitian Tindakan Kelas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pembelajaran sejarah dan efektivitas 
penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan kemampuan 
berpikir kritis siswa kelas XI A SMA Negeri 1 Kalibawang pada tahun ajaran 2024/2025. Latar 
belakang masalah menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah sebelumnya cenderung monoton, 
berpusat pada guru, dan kurang melibatkan siswa, yang mengakibatkan rendahnya kemampuan 
berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 
kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi (aktivitas 
guru dan siswa), tes formatif (soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis), dan 
dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian 
menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa dari 
kondisi awal (69,44% dengan ketuntasan 52,77%) menjadi 80,83% dengan ketuntasan 88,88% 
pada Siklus I, dan mencapai 85% dengan ketuntasan 97,22% pada Siklus II. Aktivitas guru dan 
siswa juga menunjukkan peningkatan yang konsisten. Penerapan model PBM terbukti efektif 
dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah 
Indonesia, mendorong partisipasi aktif siswa, dan memaksimalkan potensi berpikir mereka. 

Downloads

Published

2026-02-19